Rabu, 12 November 2014

Refresing dulu....

Assalamu'alaikum wr. wb.

Udah jarang nge-post gara-gara kebanyakan tugas, kali ini saya mau nge-post lirik lagu dari band favorit saya yaitu : NOAH band, ini adalah single terbaru dari NOAH band, lagu ini sangat menyentuh sekali, liriknya sangat bagus. Dari pada kita pusing membahas negeri ini lebih baik kita refresing terlebih dahulu, mari kita simak bersama-sama. 


NOAH - HERO


If you ask me how i feel
I want to burn my lonely soul
Fly me through the danger zone
Like a shadow in your home


So let me be your hero
And cast away your sin above
Let me be your hero
And cast away the sin you own


Fly me now and dont despair
I'll be flying through your door


Stand up I'll be on your side
Take my hand today
We can fly together
Let me lead the way
#HeroByNOAH

Sekian semoga bermanfaat, semoga suka dengan lagunya.


Wassallamu'alaikum wr. wb

Sabtu, 30 Agustus 2014

Mana pilihan kalian ?

Assallamu'alaikum wr. wb

Bicara tentang sekolah nggak afdol kalau nggak bahas tentang extrakulikulernya.
Oke........... kali ini saya akan membahas extrakulikuler yang cocok untuk anak yang masuk jurusan bahasa.

Sebetulnya ada banyak extrakulikuler yang cocok dtujukan untuk jurusan bahasa, tapi nggak mungkin kan kalian ikut semunya, makanya kalian harus memilih extra yang bermanfaat untuk pemelajaran. Ini 3 dari sekian banyak extrakulikuler yang saya saran kan :


  1. Extrakulikuler yang pertama ada ECC (English Conversation Club). Disini kita bisa menggali kemampuan berbahasa inggris dengan mengikutinya kita minimal bisa tau gimana berbahasa inggris yg baik. Anak bahasa masa nggak bisa bahasa inggris malu kaless.
  2. Yang kedua ada Jurnalistik. Nah yang punya cita-cita jadi reporter, wartawan, penyiar, cocok nih extrakulikulernya. Disini kita diajari bagaimana menjadi seorang wartawan sungguhan. Memang agak sulit sih tapi kalu nggak sulit nggak ada tantangannya dong.
  3. Yang ketiga ada Teater. Nah yang pengen jadi artis cocok banget. Disini akan dilatih untuk PD "percaya diri" jadi kalu mau jadi artis harus PD. Nggak cuma dilatih untuk PD tapi juga diajari untuk berakting. Cocok banget deh yang pengen jadi artis.
Itulah 3 extrakulikuler diantara yang lain, yang cocok untuk anak-anak bahasa. Tapi kalau kalian ikut extrakulikuler yang lain juga nggak apa-apa, yang penting nggak mengganggu jam belajar kalian.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat bagi anda, maaf jika ada kesalahan, maklum masih amatiran.


Wassallamu'alaikum wr. wb

Jumat, 29 Agustus 2014

Tak Perlu Dengar Kata Mereka Teruslah Berjalan...!!

Assalamu'alaikum wr. wb

Kali ini saya akan memposting tentang anggapan - anggapan orang terhadap jurusan bahasa yang sering di sebut kelas buangan dan lain sebagainya.



Sebetulnya Bahasa memiliki kode program A, kode program IPA itu B, dan IPS adalah C. Tapi jika disesuaikan dengan tingkat ‘kegengsian’ pelajar  maka IPA lah yang menempati urutan pertama disusul oleh IPS di tempat kedua dan Bahasa di akhir urutan. Gengsi masuk IPA atau IPS mungkin hanya berbeda sedikit, atau bahkan di beberapa sekolah IPS lebih bergengsi daripada IPA. Lalu bagaimana dengan program Bahasa?.

Tak sedikit orang mengangggap bahwa jurusan bahasa adalah "jurusan buangan". Miris sekali mendengarnya, jelas ini ironi diatas ironi. Atau mungkin kalian sebagai pembacalah yang pernah merasakannya? Kalau begitu kalian pasti mengerti perasaan saya. Atau pernahkah mendengar ucapan “Bahasa?  Mau kerja apa coba kalau udah lulus?”. Meskipun saya tidak pernah mendengar secara langsung ada orang yang berkata seperti itu pada saya, namun saya rasa pasti tanggapan sebagian orang akan seperti itu bila dihadapkan dengan pilihan jurusan Bahasa.                        

Pepatah mengatakan “Diam itu emas”, ini sangat cocok ditujukan bagi orang-orang yang tidak tau bagaimana sebenarnya jurusan Bahasa itu. Dasarnya, orang-orang harus tau dulu mata pelajaran apa yang dimiliki program Bahasa, kami memang tidak memiliki Biologi yang dapat menghantarkan kami ke depan kampus kedokteran , kami juga tidak memiliki Ekonomi-Akuntansi yang menjadikan kami petugas pajak atau pegawai bank. Apakah itu membuat tidak ada mata pencaharian yang cocok untuk kami geluti nantinya? Salah besar! Kami memiliki mata pelajaran yang saya yakin hanya anak Bahasa yang memiliknya, Sastra Indonesia dan Antropologi. Belum lagi pelajaran Bahasa Asing yang sedikit lebih banyak dari jurusan lainnya. Apa itu tidak cukup untuk mencerahkan masa depan anak Bahasa? Sesungguhnya, kesuksesan dimiliki semua orang dari kalangan manapun juga. Kesuksesan itu akan datang bila kita mengusahankannya datang. Coba pikir, apakah semua anak jurusan IPA akan menjadi dokter atau perawat seluruhnya? Atau anak IPS akan menjadi pegawai bank semua? Atau bahkan anak Bahasa akan menjadi guru bahasa seluruhnya? Semuanya ditentukan oleh diri kita sendiri, keinginan apa yang paling menggebu-gebu dihati kita?    


Andai mereka tahu kebenarannya. Jadi gak usah takut masuk jurusan bahasa, kalian itu murid favorit, beruntung bisa masuk bahasa yang biasanya hanya satu kelas.


Sekian dari saya semoga bermanfaat....

Wassalamu'alaikum wr. wb


            

Minggu, 17 Agustus 2014

Fakta Tentang Pembacaan Proklamasi

Tujuh belas Agustus merupakan hari besar kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut, 64 tahun yang lalu merupakan hari paling bersejarah negeri ini karena di hari itulah merupakan awal dari kebangkitan rakyat Indonesia dalam melawan penjajahan sekaligus penanda awalnya revolusi. Namun, ada beberapa hal menarik seputar hari kemerdekaan negeri kita tercinta ini yang sayang jika belum Anda ketahui.
1. Soekarno Sakit Saat Proklamirkan Kemerdekaan
Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00 (2 jam sblm pembacaan teks Proklamasi), ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Saat itu, tepat di tengah2 bulan puasa Ramadhan.
“Pating greges”, keluh Bung Karno setelah dibangunkan dr Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.
Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. “Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!”, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya; masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai…
2. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Dibuat Sangat Sederhana
Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor, dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama lebih dari 300 tahun!
3. Bendera dari Seprai
Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!
4. Akbar Tanjung Jadi Menteri Pertama “Orang Indonesia Asli”
Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar “orang Indonesia asli”. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu. “Orang Indonesia asli” pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan (1988-1993).
5. Kalimantan Dipimpin 3 Kepala Negara
Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah! Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak) serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei).
6. Setting Revolusi di Indonesia Diangkat Ke Film
Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, “Tahun Vivere Perilocoso” (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah film – dalam bahasa Inggris; “The Year of Living Dangerously”. Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan Australia yg ditugaskan di Indonesia pada 1960-an, pada detik2 menjelang peristiwa berdarah th 1965. Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk kategori film asing!
7. Naskah Asli Proklamasi Ditemukan di Tempat Sampah
Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik.Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.
8. Soekarno Memandikan Penumpang Pesawat dengan Air Seni
Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda. Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat. Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang.
9. Negatif Film Foto Kemerdekaan Disimpan Di Bawah Pohon
Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar. Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?
10. Bung Hatta Berbohong Demi Proklamasi
Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara rahasia. Bung Hatta memakai paspor dengan nama “Abdullah, co-pilot”. Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji Desai. Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi.
Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Dandhi mengetahui perjuangan Hatta. Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa “Abdullah” itu adalah Mohammad hatta. Apa reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya.”You are a liar !” ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru.
11. Bendera Merah Putih dan Perayaan Tujuh Belasan Bukan di Indonesia Saja
Bendera Merah Putih dan perayaan tujuh belasan bukanlah monopoli Indonesia. Corak benderanya sama dengan corak bendera Kerajaan Monaco dan hari kemerdekaannya sama dengan hari proklamasi Republik Gabon (sebuah negara di Afrika Barat) yang merdeka 17 Agustus 1960. Selain itu, masih menjadi perdebatan apakah lagu Indonesia Raya benar-benar merp karya asli WR Supratman, ataukah ‘terinspirasi’ oleh lagu Perancis, “Les Marseilles”, yg memiliki nada2 yg sangat mirip.
12. Tidak Ada Nama Jalan Soekarnp-Hatta
Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta berjuang, tidak memberi imbalan yang cukup untuk mengenang co-proklamator Indonesia. Sampai detik ini, tidak ada “Jalan Soekarno-Hatta” di ibu kota Jakarta. Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai 1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan memakai nama mereka.
13. Gelar Proklamator Hanyalah Gelar Lisan
Gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya selama 41 tahun! Sebab, baru 1986 Permerintah memberikan gelar proklamator secara resmi kepada mereka.
14. Indonesi Mungkin Saja Punya Lebih Dari Dua Proklamator
Kalau saja usul Bung Hatta diterima, tentu Indonesia punya “lebih dari dua” proklamator. Saat setelah konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia rampung disusun di rumah Laksamana Maeda, Jl Imam Bonjol no 1, Jakarta, Bung Hatta mengusulkan semua yang hadir saat rapat dini hari itu ikut menandatangani teks proklamasi yang akan dibacakan pagi harinya.
Tetapi usul ditolak oleh Soekarni, seorang pemuda yang hadir. Rapat itu dihadiri Soekarno, Hatta dan calon proklamator yang gagal : Achmad Soebardjo, Soekarni dan Sajuti Melik. “Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak mau”, gerutu Bung Hatta karena usulnya ditolak.
15. Jenderal Soedirman Tidak Pernah Duduki Jabatan Resmi
Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Jenderal Soedirman, pada kenyatannya tidak pernah menduduki jabatan resmi di kabinet RI. Beliau tidak pernah menjadi KSAD, Pangab, bahkan menteri pertahanan sekalipun! (sab/foto: blog

Harga Sebuah Kemerdekaan

“Merdeka” adalah suatu kata yang sering kita dengar dan ucapkan. Pada zaman perang kemerdekaan, ada slogan “Merdeka atau Mati!”. Salah satu partai politik di Indonesia selalu mengucapkan salam dengan kata ini. “Merdeka” menjadi suatu slogan yang langsung atau tidak langsung memberikan semangat, dorongan, cita-cita, tujuan dan sebuah harapan yang belum tercapai. Tanggal 17 Agustus 2013 kita merayakan kemerdekaan bangsa Indonesia, bangsa kita. Selama 68 tahun merdeka, sebenarnya apa makna dari kata ini bagi kita, secara umum sebagai bagian dari bangsa Indonesia, dan secara khusus sebagai orang Kristen Indonesia? Apabila kita merenungkan lebih jauh, maka kita bisa memberikan makna yang sebenarnya dari “Merdeka” ini.

Bangsa Kita

Bangsa kita pernah dijajah 300 tahun lebih oleh bangsa Belanda1 dan 3,5 tahun oleh bangsa Jepang. Ini berarti bangsa kita pernah dijajah oleh bangsa Eropa dan bangsa Asia Timur. Mengapa kita bisa dijajah? Ini tentu banyak sekali faktor, bisa saja karena kita tidak bersatu, egois, mementingkan diri sendiri, secara pendidikan dan ilmu pengetahuan kita belum maju. Bisa juga, bangsa lain memang maju, tetapi karena mereka juga egois, ingin mendapatkan keuntungan sendiri, maka menjajah bangsa yang lebih lemah. Penjajah selalu berkuasa daripada yang dijajah. Ini tidak dapat disangkal. Orang atau bangsa yang dijajah tentu akan sangat menderita karena kehilangan kemerdekaan. Kita kehilangan makna dari “Merdeka” tersebut. Bangsa yang dijajah tidak dapat menentukan nasibnya sendiri. Dia tergantung kepada yang menjajahnya.
Oleh karena itu, bangsa Indonesia berjuang selama bertahun-tahun, dengan pengorbanan yang tidak sedikit, baik waktu, tenaga, harta benda, bahkan nyawa. Semua itu hanya untuk mendapatkan kemerdekaan. Para pejuang dari berbagai bidang telah memberikan sumbangsih yang besar bagi kemerdekaan bangsa kita. Kalau kita mendengarkan kesaksian para veteran perang masa kemerdekaan, hati kita tentu akan sangat terharu. Mereka saat ini, mungkin secara materi sedikit, tetapi apa yang mereka perbuat begitu luar biasa besarnya. Mereka adalah bunga bangsa yang telah berguguran untuk sebuah kata “merdeka” bagi bangsa kita, bagi generasi berikutnya. Harumnya “merdeka” telah kita hirup pada masa ini.
Bangsa kita telah merdeka, merdeka dari sebuah penjajahan bangsa lain, merdeka untuk menentukan arah perjalanan bangsa ini, merdeka untuk memajukan bangsa ini. Namun, harga yang telah dibayar begitu luar biasa. Harga yang tidak ternilai. Kita tidak mungkin mampu membayar untuk kemerdekaan yang kita nikmati hari ini sebagai bangsa Indonesia. Jadi, untuk merdeka kita perlu pengorbanan di satu sisi, dan di sisi lain kita perlu mengisi kemerdekaan ini dengan tindakan yang konkret sehingga bangsa ini semakin baik dan semakin sejahtera sesuai cita-cita para pejuang bangsa kita.
Merenungkan kembali kemerdekaan bangsa kita membawa kita pada sisi yang lebih dalam, yaitu kemerdekaan jiwa kita, kemerdekaan rohani kita. Di depan, penulis mengatakan penjajah dari satu sisi adalah oknum yang ingin menguasai, yang egois, dan yang hanya untuk kepentingan sendiri. Dari sudut pandangan Alkitab, kita juga menemukan penjajah yang lebih hebat dari Belanda dan Jepang. Siapa dia? Yaitu dosa. Ketika manusia di taman Eden jatuh dalam dosa (Kej 3), dosa telah menjalar ke seluruh hidup umat manusia, tidak terkecuali. Rasul Paulus mengatakan semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Rm 3:23) dan upah dosa adalah maut (Rm 6:23a). Manusia di bawah kuasa dosa, tidak mampu membebaskan diri sendiri.

Diri Kita

Dosa menjadi sebuah akar persoalan yang tidak terselesaikan dalam hidup umat manusia. Dosa telah menjadi penjajah yang mumpuni, tidak ada yang mampu lepas dari kungkungan dosa. Dialah penjajah yang hebat. Manusia takluk dan tidak mampu memberontak dan membebaskan diri. Dosa menjadikan kita hidup untuk diri sendiri. Kita sulit untuk hidup memikirkan kebutuhan orang lain. Kita melakukan segala sesuatu hanya untuk kepuasan si aku. Jarang kita memikirkan apa yang bisa saya buat bagi sesama saya? Kita selalu ingin menang sendiri. Dosa mengikat kita begitu rupa, sehingga kita tidak berdaya. Untuk merdeka dari dosa kita tidak dapat berbuat apa-apa?
Namun kita bersyukur, di dalam kondisi yang tidak berdaya, manusia masih memiliki pengharapan. Ada janji dari Tuhan untuk menghadirkan kata “merdeka”dalam hidup manusia. Ketika manusia berdosa, Allah hadir memberikan way out. Allah mengasihi manusia, demikian diungkapkan Rasul Yohanes. Dia begitu mengasihi kita. Dia ingin membebaskan kita dari penjajahan dosa, supaya kita kembali memperoleh kata merdeka dan maknanya. Allah tidak hanya berjanji, tetapi Allah juga menepati janjinya.
Di Taman Eden, setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Allah mengusir mereka, tetapi Allah menunjukkan kasih setia-Nya. Allah membuatkan pakaian dari kulit binatang dan berjanji akan membebaskan manusia dari dosa. Sejarah manusia terus berlanjut, mengapa janji Allah belum ditepati. Generasi lepas generasi, dosa terus menjalar, semakin hari semakin parah. Pada zaman Abraham, Tuhan telah memusnahkan dua kota besar, yaitu Sodom dan Gomora, dua kota yang melawan Tuhan melalui cara hidup mereka. Selanjutnya, dalam seluruh perjalanan umat Israel, keturunan Abraham, Ishak dan Yakub. Mereka adalah umat pilihan Allah. Mereka juga menjalani hidup yang penuh dosa. Banyak perlawanan dan pemberontakan yang mereka lakukan di hadapan Tuhan. Ini adalah gambaran umat manusia yang telah ditaklukkan oleh si penjajah besar: “DOSA”.
Bangsa Israel memang dipilih Allah, tetapi mereka masih berada di bawah penjajahan dosa. Hidup mereka mencerminkan bagaimana manusia hidup dalam dosa. Kitab Suci menjelaskan kepada kita, Tuhan tetap mengasihi mereka, Tuhan mengirimkan nabi untuk memperingati mereka, supaya hidup sesuai rencana Allah. Tetapi dosa lebih berperan dalam diri manusia. Manusia tunduk dan lemas di hadapan dosa. Bangsa Israel sering kali mengabaikan anugerah Tuhan kepada mereka. Sampai di sini apakah Tuhan tinggal diam, atau Tuhan membiarkan manusia terus menerus berbuat dosa dan hidup dalam dosa, sehingga manusia terus dalam lingkaran dosa? Tentu saja tidak. Israel akhirnya juga dibuang Tuhan karena penjajah dosa tidak berakhir. Penjajahan bangsa Mesir terhadap mereka berakhir, tetapi penjajahan dari dosa tetap berlanjut.
Allah tetap mengasihi manusia. Dia datang sendiri ke dalam dunia, melalui bangsa Israel, dari suku Yehuda, dari keturunan Raja Daud, Yesus Kristus, yang adalah Allah mengambil wujud manusia. Tuhan Yesus datang sebagai Pembebas manusia, sebagai Juru Selamat manusia. Tuhan Yesus hidup 33,5 tahun di dunia. Dia telah mengalami semua pergumulan hidup manusia. Tetapi, Dia tidak berdosa. Tuhan Yesus datang kepada manusia, ciptaan-Nya, supaya manusia bebas dari dosa. Ketika kita membaca referensi dari 4 Injil, kita menemukan Tuhan Yesus yang adalah Sang Juru Selamat, mengasihi ciptaan-Nya, dia melayani mereka, membukakan jalan pikiran mereka untuk melihat anugerah Tuhan. Namun, manusia berdosa banyak yang melawan Tuhan. Tetapi Tuhan tetap mengasihi mereka. Tuhan Yesus menggenapi janji Allah bagi pembebasan manusia dari dosa. Kematian Tuhan Yesus di kayu salib telah membebaskan manusia dari hutang dosa. Alkitab berkata barang siapa percaya kepada Tuhan Yesus dalam hati dan mengaku dengan mulutnya dia diselamatkan, artinya dia dibebaskan dari dosa dan memperoleh kebebasan yang sejati. Ketika kita ingin bebas dari penjajahan dosa, maka kita butuh Tuhan Yesus. Kita terima dia menjadi Tuhan dan Juru Selamat kita, sesuai janji-Nya.
Kita, anak-anak Tuhan, anak-anak Terang, murid-murid Kristus, adalah manusia yang telah ditebus oleh darah Kristus. Kita telah dibebaskan dari dosa yang membelenggu kita. Kita telah bebas dan merdeka. Merdeka dari hukuman kekal. Merdeka dari kungkungan dosa yang mematikan.

Isilah Kemerdekaan

Sebagai anak bangsa Indonesia. Kebebasan yang telah dikaruniakan Tuhan melalui para pejuang dan setiap anak bangsa perlu kita hargai. Kita perlu mengisi kemerdekaan dengan tindakan-tindakan yang nyata untuk pertumbuhan dan kemajuan bangsa Indonesia, dan menghasilkan generasi yang cinta tanah air, berkarya bagi bangsa dan mendatangkan Shalom (Damai Sejahtera) bagi bangsa kita.
Pengorbanan Kristus di kayu salib bagi penebusan dosa kita adalah pengorbanan yang besar, yang tidak ternilai. Kita tidak mungkin dapat membalas apa yang telah Dia lakukan untuk kita. Sama seperti kita tidak mungkin membalas apa yang telah dikorbankan oleh para pejuang kemerdekaan bangsa kita. Namun kita bisa berbuat sesuatu bagi keluarga, gereja, bangsa kita, bagi generasi kita dan bagi generasi berikutnya.
Marilah kita mengisi kemerdekaan yang Tuhan karuniakan ini, baik kemerdekaan sebagai komunitas bangsa dari penjajahan bangsa lain atau penjajahan secara rohani dari dosa. Sebagai anak-anak Allah, kita yang sungguh-sungguh telah merdeka, bukan karena perjuangan kita sendiri, tetapi anugerah dan janji Allah. Kita bersumbangsih dalam seluruh bidang kehidupan kita, untuk menghadirkan “Shalom” bagi bangsa Indonesia.
Dirgahayu 68 untuk Ibu Pertiwi. Selamat berkarya bagi semua murid-murid Kristus. Hargailah setiap titik kemerdekaan yang Kristus berikan pada kita dengan seluruh karya hidup kita bagi bangsa ini.

Senin, 11 Agustus 2014

PERKENALAN DIRI


ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB...
Udah 2014 baru punya blog, baru serius nih bikin hal baru. Blog ini akan saya isi sama perjalanan saya di bangku SMA sekarang ini. saya mungkin bukan blogger yang kelak akan banyak membantu dan menghasilkan karya yang mampu membantu orang lain ataupun bermanfaat bagi sesama tapi tidak ada salahnya bila sya mencoba menjadi seorang blogger seperti para senior blogger lainnya.

Pertama-tama saya mau ngenalin diri, nama asli saya "Dery Ghozi Dzulfiqar", biasa di panggil "Ozi" tapi saya lebih suka dipanggil "Doreel" kaya' nama blog saya. Saya dilahirkan di Jakarta tepat tgl 17-11-1999, walaupun saya lahir di Jakarta, tapi saya tinggal di Jepara.

Saya baru saja lulus di bangku SMP, dan sekarang di bangku SMA. saya lulus dari "SMP Negeri 1 Mayong" dan sekarang melanjutkan ke bangku SMA ternama. Saya sekarang di "SMA Negeri 1 Jepara".
SMA yg keren di kalangan masyarakat Jepara.

Beruntung bisa sekolah disana, saya masuk di kelas X IBB, awalnya sih saya nggak minat sama jurusan itu, saya maunya masuk jurusan MIA mau masuk ke tehnik, tapi saya malah di beri jalan di kelas IBB, tapi setelah saya masuk beberapa hari, saya mulai merasakan bahwa saya cocok di IBB, saya sudah punya tujuan, maunya sih jadi reporter, keren gitu.....!!! Amin.....!!!

Cukup sekian dan terimakasih buat yang mau mendo'akan dan tidak mau mendo'akan pun akan kami sekeluarga do'akan agar teman teman sekalian di beri umur panjang , murah rezeki , sehat wal afiat dll ...

WASSALAMUALAIKUM WR. WB